top of page
Search

Jangan Takut Menjadi ‘Wibu’

Penulis: Prulicia Maharani Nitami (915220130)

(16/11/2022) (16:21 WIB)



Kata kata wibu sudah tidak jarang lagi kita dengar di kalangan kita sekarang ini, terkadang kata ‘wibu’ juga sudah sering kali menjadi sebuah kata ejekan untuk kaum pecinta anime dan cosplay. Tapi apa sih wibu itu sebenarnya? Dan kenapa kita tidak boleh takut/ malu untuk menjadi seorang wibu? Yuk kita simak bersama!


Table of contents :

  • Definisi wibu

  • Kenapa tidak boleh takut menjadi wibu?

  • Kategori wibu 

  • Keseruan menjadi seorang wibu

  • Kata akhir 


Definisi wibu

Wibu biasanya digunakan untuk julukan kepada seseorang yang menyukai budaya jepang. Namun, tingkat kesukaannya yang bisa melebihi batas wajarnya, bahkan sangat terobsesi dengan budaya Jepang. Umumnya julukan wibu ini untuk orang-orang yang bukan berkewarganegaraan Jepang. Biasanya seorang wibu juga lebih rela untuk menghabiskan uang untuk figure character anime kesukaan mereka lho. 


Kata wibu juga merupakan kata serapan bahasa asing, yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu kata ‘Weeaboo’. Yang dimana kata Weeaboo kemudian diserap menjadi wibu, dan digunakan untuk julukan para pecinta anime dan cosplay/costume play.


Kenapa tidak boleh takut jadi wibu?

Karena menjadi wibu itu keren. Karena dibalik wibu yang memakai jaket dan kacamata kotaknya, sebenarnya aura wibu itu sangatlah memancar di belakang itu semua. Sudah banyak sekali style wibu yang sangat trendy dan aesthetic untuk dipandang sekarang, kebanyakan wibu juga sangatlah cantik dan tampan, tidak mengalahkan ketampanan para husbu dan waifu (panggilan perempuan cantik dan lelaki tampan di anime/manga)


Sumber foto: Instagram @faaaariii_ @_hakkencoser_


Menjadi wibu juga membuat kita menjadi jauh dari pergaulan bebas lho, contohnya kita menjadi lebih fokus terhadap hal positif menjadi wibu, yaitu dengan menambah wawasan membaca manga dan tontonan genre anime kita, apalagi semenjak pandemi 2020 lalu, semua orang pun teralihkan dengan hiburan yang biasa tidak dapat ditonton saat sebelum pandemi, orang orang pun pasti akan penasaran dengan anime, hingga lama lama mencoba membaca manga karena penasaran, dan lama lama berakhir menjadi hobi baru yang menyenangkan. 


Sumber foto: Pinterest


Banyak juga wibu yang tergolong pintar lho, karena seorang wibu tidak selalu menghabiskan waktunya membaca dan menonton, wibu juga disiplin waktu dengan pelajaran lho! Tidak sedikit wibu yg pintar, karena sifat mereka yang pendiam mereka menjadi lebih sering untuk memperhatikan di kelas saat pelajaran, jadi jika temanmu seorang wibu, temani ya! Untuk di jadi kan teman belajar lho, bukan untuk disuruh ngerjain PR kalian ya.


Menjadi wibu juga memberikan pelajaran yang penting untuk diri kita karena kita telah memahami kesukaan dan kegemaran hobi kita dengan kita mengekspresikannya. Itu pun menjadi sebuah metode yang baik untuk ‘self healing’ disaat kita penat atau ingin hiburan kita bisa langsung menonton dan melihat para ‘husbu’ dan ‘waifu’, ditambah para ganteng dan cantik 2D pun selalu setia bersama kita dan juga kepada kaum jomblo.


Kategori wibu

Nah sekarang kita bakal masuk ke bagian tingkatan wibu, lebih jelasnya ada 8 tingkatan, untuk para wibu lama dan baru, kira kira kalian tingkat yang mana nih?


1. Newbie

Biasanya penggemar anime hanya mempunyai pengetahuan yang masih awam tentang anime yang mereka tonton. Di tingkatan ini, para newbie masih dalam level normal karena baru mengetahui beberapa judul anime populer saja, atau anime yang sedang hype saja, seperti One Piece, Naruto, Demon slayer, Attack on Titan, dan lainnya.


2. Anime Lovers

Di tahap ini dapat dikatakan penggemar anime mulai mengetahui banyak judul-judul anime lainnya, dan tidak hanya tahu judul-judul anime populer saja. Biasanya juga sudah mulai menghafal nama tokoh dan alur cerita dari judul-judul anime tersebut meskipun baru mencoba, di sini juga anime lovers mulai menjelajahi genre tipe anime lainnya.


3. Otaku

Penggemar anime sudah masuk ke tahap fans berat anime dan manga nih kalo di sini. Saking mencintai anime, mereka bahkan rela menghabiskan waktu untuk berdiam diri di rumah saja hanya sekedar menonton anime. Bahkan, saking mencintai anime dan manga, mereka sampai lupa waktu untuk bersosialisasi karena sudah merasa nyaman diam di rumah saja. Dan merka pun biasa berakhir menjadi ansos (anti social).


Sumber Foto: Anime Love is Difficult for an Otaku


4. Otamega

Kategori Otamega lebih candu lagi terhadap anime, sehingga setiap harinya mereka rela membaca manga atau menonton anime seharian, banyak dari mereka berakhir menggunakan kacamata karena penglihatannya yang mengurang.


5. Nikijon

Tingkat ini penggemar anime sudah terobsesi dengan karakter yang ada dalam anime tersebut. Mereka bahkan sampai rela berdandan mirip dengan karakter anime (cosplay) dan sering berkhayal jika seandainya menjadi karakter tersebut. 


Sumber foto: Anime My Dress Up Darling


6. Hikikomori

Tingkatan ini sudah masuk tahap ekstrem dari seorang penggemar anime, karena hampir seluruh waktu yang mereka punya hanya untuk membaca manga, menonton anime, atau bermain video game seharian penuh. Maka, tidak ada waktu sama sekali untuk bersosialisasi dengan orang-orang di luar dunia mereka. Contohnya adalah character Sora dan Shiro dari anime No Game No Life.


Sumber Foto: Anime No Game No Life


7. Weeaboo

Alias wibu masuk ke dalam kategori penggemar anime yang bukan hanya sekadar suka terhadap anime itu sendiri, tapi juga sangat menyukai dan terobsesi terhadap negara asalnya, Jepang. Para weeaboo ini bahkan sampai bertingkah mirip dengan orang Jepang, dari nada cara berbicara, berpakaian, hingga gaya hidup. Kalian tahu tidak? Sebenarnya orang jepang membenci perilaku ini, karena dianggap sangat mengganggu dan menyebalkan. Dan di Jepang juga wibu dianggap sebagai sampah masyarakat loh.


8. Wapanesee

Di tingkatan terakhir ini, penggemar anime sudah memasuki tahap yang paling maksimal karena kecintaan mereka terhadap budaya Jepang sudah mencapai persentase 100%. Bahkan, saking terobsesinya, mereka sering berdelusi mengenai Jepang.


Sekarang kalian tau ya, kalau wibu itu tidak hanya satu makna saja tetapi wibu memiliki banyak kategori!


Keseruan menjadi wibu

Di dunia jejepangan ini juga banyak komunitasnya juga lo, nggak hanya anime dan manga, tetapi ada cosplay, game, bahasa, dan juga gambar, komunitas jejepangan di Indonesia ini pun biasa mengadakan event jejepangan yang sangat besar untuk para wibu untuk saling memperlihatkan skill make up, cosplay mereka dan juga street photography! Nama event besar para wibu yang paling terkenal adalah comifuro dan comic con, biasanya untuk comic con tidak hanya mem specific untuk para wibu pecinta jepang tetapi banyak dari beberapa fandom lainnya juga. 


Sumber foto: CNN Indonesia


Dan tidak hanya dari event luar, biasanya beberapa universitas juga mengadakan event jejepangan lho! Contohnya yang beberapa bulan yang lalu adalah event GJ UI.


Akhir kata 

Gimana para wibu? Sudah tidak takut lagi kan untuk menunjukan jati diri kalian, dan juga kepada siapapun kalian yang membaca artikel ini dan memutuskan untuk menjadi wibu kalian selalu diterima dengan open arms, ingat semua akan menjadi anime pada waktunya . Dan pesan akhir dari saya adalah, janganlah suka mencela kesukaan seseorang karena pastinya kesukaan kalian pasti tidak ingin dicela bukan? Oleh karena itu kita juga para wibu berkontribusi untuk menghormati kesukaan kalian, jika pun kalian menyukai sesuatu hal yang berbau Jepang janganlah takut, tetapi karena kalian sudah berani untuk membuka wawasan kalian lebih luas lagi, semangat para wibu! 


Contoh wibu yang sedang mengeluarkan kekuatan dalam.

Sumber foto: reddit


REFERENSI:

Kurniasih, W. 2021. "Apa itu Wibu? Kenapa Seseorang Dijuluki Wibu?'. Diakses melalui

Rasihan, F.F. 2022. "8 Tingkatan Wibu dalam Menggemari Anime, Ada di Posisi Berapakah Kamu?". Diakses melalui

"Suka duka wibu, suka dukanya ngewibu". Diakses melalui

 
 
 

Comments


Post: Blog2_Post

©2022 by Hype. Proudly created with Wix.com

bottom of page